BalaiLelang.id
← Kembali ke Artikel
market-update22 Juli 2026· Tim BalaiLelang.id

Statistik Lelang Properti Indonesia: Data Volume dan Tren Tahunan

Berapa banyak properti dilelang per tahun di Indonesia? Data volume lelang KPKNL, bank, dan pengadilan. Analisis tren 2020–2025 untuk investor cerdas.

Setiap tahun, puluhan ribu properti masuk ke meja lelang di seluruh Indonesia — namun mayoritas calon investor tidak pernah tahu angka pastinya. Data ini bukan rahasia, tapi tersebar di laporan resmi yang jarang dibaca.

Artikel ini merangkum data volume dan tren lelang properti Indonesia berdasarkan laporan resmi DJKN (Direktorat Jenderal Kekayaan Negara) Kementerian Keuangan, dengan fokus pada angka-angka yang relevan bagi investor.

Berapa Banyak Properti yang Dilelang di Indonesia?

Indonesia memiliki jaringan 74 KPKNL (Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang) yang tersebar di seluruh provinsi. Setiap kantor menangani lelang dari berbagai sumber: eksekusi hak tanggungan bank, lelang pajak, lelang pengadilan, hingga lelang sukarela.

Angka agregat yang perlu dipahami investor:

  • Total objek lelang nasional: 60.000–85.000 objek per tahun (semua jenis aset)
  • Proporsi properti: sekitar 30–40% dari total, artinya sekitar 18.000–34.000 properti per tahun
  • Nilai pokok lelang properti: diperkirakan mencapai Rp 80–150 triliun per tahun (nilai limit, bukan harga jual)
  • Tingkat laku (sold rate): bervariasi 30–50% per pelaksanaan

Yang sering disalahpahami: tidak semua properti yang diumumkan berarti terjual. Banyak yang mengalami lelang ulang karena tidak ada penawar, atau ditarik oleh pihak yang melelang.

Tren Volume Lelang 2020–2025: Pola yang Penting Dipahami

2020–2021: Penurunan Akibat Pandemi dan Relaksasi OJK

Pada masa pandemi COVID-19, OJK mengeluarkan kebijakan restrukturisasi kredit yang memperbolehkan debitur menunda pembayaran tanpa langsung dieksekusi. Dampaknya: volume lelang eksekusi hak tanggungan (paling banyak dilakukan bank) turun drastis.

Bagi investor, ini artinya pilihan objek lelang lebih sedikit, namun yang muncul cenderung merupakan kasus yang sudah tidak bisa diselamatkan.

2022–2023: Pemulihan Bertahap

Seiring berakhirnya masa relaksasi, bank mulai mengeksekusi kembali jaminan debitur macet. Volume lelang pulih, namun harga limit yang ditetapkan cenderung lebih tinggi karena penilai (KJPP) menyesuaikan dengan kenaikan harga properti pasca-pandemi.

2024–2025: Lonjakan Volume, Kompetisi Meningkat

Tahun 2024 mencatat peningkatan volume yang signifikan, didorong oleh:

  1. Berakhirnya restrukturisasi kredit massal pasca-pandemi
  2. Meningkatnya kredit bermasalah (NPL) di segmen KPR tenor panjang
  3. Digitalisasi lelang melalui platform lelang.go.id yang memperluas jangkauan peserta

Kompetisi antar peserta lelang pun ikut meningkat. Banyak investor baru yang masuk setelah melihat konten media sosial tentang “beli properti murah di lelang” — sebagian besar tanpa bekal pengetahuan yang cukup.

Distribusi Geografis: Di Mana Peluang Terbesar?

Data distribusi wilayah menunjukkan pola yang konsisten:

Wilayah Kontribusi Volume Lelang
Jawa Barat ~18–22%
DKI Jakarta ~12–15%
Jawa Timur ~14–18%
Jawa Tengah ~10–13%
Sumatera Utara ~6–8%
Wilayah lain ~25–30%

Konsentrasi di Jawa bukan kebetulan — ini mencerminkan portofolio kredit perbankan nasional yang memang terpusat di Jawa.

Jenis Lelang dan Volume Masing-Masing

Tidak semua lelang properti berasal dari bank:

  • Lelang Eksekusi Hak Tanggungan (EHT): Terbesar, 60–70% volume properti. Sumber: bank umum, BPR, perusahaan pembiayaan.
  • Lelang Eksekusi Pengadilan: Sekitar 10–15%. Bersumber dari putusan pengadilan perdata (sengketa, warisan, perceraian).
  • Lelang Barang Sitaan Pajak: 5–10%. Properti milik wajib pajak yang tidak melunasi utang pajak.
  • Lelang Sukarela: Sekitar 10–15% dan terus tumbuh. Pemilik properti memilih jalur lelang untuk menjual lebih cepat.

Untuk investor, lelang sukarela semakin menarik karena kondisi propertinya umumnya lebih bersih secara hukum — penjual kooperatif, dokumen lengkap, dan proses serah terima lebih lancar.

Apa Artinya Data Ini untuk Investor?

Angka-angka di atas bukan sekadar statistik akademis. Ada tiga implikasi praktis:

Pertama, volume lelang akan tetap tinggi setidaknya hingga 2027, didorong oleh “warisan” kredit macet pasca-pandemi. Ini adalah window of opportunity bagi investor yang sudah siap.

Kedua, digitalisasi berarti kompetisi makin ketat, tapi akses informasi juga makin mudah. Investor yang rajin memantau jadwal lelang dan cepat dalam analisis punya keunggulan dibanding yang reaktif.

Ketiga, tingkat laku 30–50% berarti separuh dari properti yang dilelang gagal terjual. Ini membuka peluang untuk mengajukan penawaran di lelang ulang dengan posisi yang lebih kuat — seringkali harga limit diturunkan.

Bagaimana Cara Memantau Data Lelang Secara Real-Time?

Sumber data resmi yang bisa diakses publik:

  1. lelang.go.id — portal resmi DJKN untuk jadwal dan hasil lelang
  2. Laporan Tahunan DJKN — tersedia di djkn.kemenkeu.go.id
  3. Pengumuman lelang di media lokal — koran berbahasa Indonesia yang ditetapkan sebagai media pengumuman resmi

Di balailelang.id, kami mengagregasi data pengumuman lelang dari berbagai sumber agar lebih mudah dipantau dan difilter berdasarkan wilayah, kisaran harga, dan jenis properti.

Pertanyaan yang Sering Ditanyakan

Berapa banyak properti yang dilelang setiap tahun di Indonesia?

Berdasarkan data DJKN Kemenkeu, rata-rata 60.000–80.000 objek lelang diproses per tahun di seluruh Indonesia, namun tidak semuanya berupa properti. Properti (tanah, bangunan, rumah) mencakup sekitar 30–40% dari total volume lelang nasional, dengan konsentrasi terbesar di Pulau Jawa.

Apakah volume lelang properti terus meningkat dari tahun ke tahun?

Trennya fluktuatif. Volume sempat turun signifikan pada 2020–2021 akibat pandemi dan kebijakan restrukturisasi kredit OJK yang menunda eksekusi jaminan. Sejak 2022, volume mulai pulih dan pada 2024 mencatat pertumbuhan karena berakhirnya masa relaksasi kredit pasca-pandemi.

Di mana konsentrasi lelang properti terbesar di Indonesia?

Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur secara konsisten menempati tiga besar berdasarkan jumlah objek yang dilelang. Tiga wilayah ini menyumbang lebih dari 50% volume lelang properti nasional, mencerminkan konsentrasi aset kredit perbankan di pusat ekonomi utama.

Berapa nilai transaksi lelang properti per tahun?

DJKN melaporkan total pokok lelang (nilai limit) nasional mencapai ratusan triliun rupiah per tahun, namun yang terealisasi (terjual) jauh lebih kecil. Tingkat keberhasilan lelang properti berkisar antara 30–50% tergantung jenis lelang dan kondisi pasar.


Memahami data pasar adalah langkah pertama sebelum terjun ke lelang properti. Jika Anda ingin memantau jadwal lelang properti terbaru berdasarkan wilayah dan kisaran harga, kunjungi balailelang.id — kami menyajikan informasi lelang yang terorganisir dan mudah dianalisis.


Ditulis oleh Tim BalaiLelang.id — praktisi dan pemantau pasar lelang properti Indonesia.

Tertarik Investasi Properti Lelang?

Konsultasi gratis dengan tim kami sekarang juga.

Chat WhatsApp Sekarang
Chat WhatsApp